Rukun Iman

Rukun iman adalah fondasi dari iman seorang Muslim. Semua Muslim harus mempraktikkan rukun iman. Mengabaikannya, seseorang akan memiliki kepercayaan diri yang kuat. Sumber : berdoa.co.id

Jika seseorang mengabaikan atau tidak mempraktikkan rukun iman, ia akan mudah terguncang oleh hatinya dengan berbagai masalah dan kecemasan dalam iman.

Ada 6 rukun iman yang merupakan fondasi dan berkah bagi seorang muslim yang harus dipercaya. Ada 6 rukun iman yang harus dipercaya dan dalam tatanan yang tetap.
6 pilar iman

Iman kepada Allah
Iman kepada para malaikat Allah
Iman pada buku-buku Tuhan
Iman kepada para rasul Allah
Iman dalam beberapa kali
Iman di Qada dan Qadhar

Pilar Iman Pertama: Iman kepada Tuhan

Iman-a-Tuhan

Iman kepada Allah adalah pilar iman pertama bagi umat Islam. Ini telah menjadi dasar Islam. Karena Allah Maha Kuasa dari semua yang mengatur langit dan bumi dan isinya.

Percaya kepada Allah berarti percaya dan percaya bahwa Tuhan itu Esa dan tidak ada duanya untuk menjadi Tuhan seluruh umat manusia.

Pastikan Allah tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan amal untuk melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Padahal, bukan hanya manusia yang dituntut untuk percaya dan menyembah Tuhan. Jin juga harus percaya dan menyembah Tuhan. Karena semua tindakan kemanusiaan dan Jin akan memiliki akun dan ganjaran mereka nanti.

Allah berfirman dalam Sura Adz Dzariyat menuju 56

وَ مَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَ الۡاِنۡسَ اِلَّا لِیَعۡبُدُوۡنِ

Ini berarti:

“Aku belum menciptakan jin dan pria, kecuali bahwa mereka memujaku” (Sura Adz Dzariyat ayat 56)

Allah memiliki sifat maha kuasa dari semua yang ada di seluruh konten alam semesta ini. Atribut wajib Allah adalah tersirat dalam Asmaul Husna.
Pilar 2: iman kepada para malaikat Allah

Rukun Iman

Iman kepada para malaikat Allah adalah pilar iman kedua bagi umat Islam. Allah menciptakan malaikat untuk membantu membuat atau mengirimkan wahyu kepada para nabi atau rasul-Nya.

Malaikat bertindak sebagai perantara antara Allah dan makhluk-makhluknya. Malaikat mengirimkan wahyu kepada para rasul Allah untuk mentransmisikan kepada umat manusia.

Allah berfirman dalam Sura An Nahl ayat 2:

یُنَزِّلُ الۡمَلٰٓئِکَۃَ بِالرُّوۡحِ مِنۡ اَمۡرِہٖ عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖۤ اَنۡ اَنۡذِرُوۡۤا اَنَََََََََََََََََََََََّّّٗ

Ini berarti:

“Allah mengutus malaikat untuk membawa wahyu dengan perintah-Nya yang Allah inginkan di antara hamba-hamba-Nya, yaitu:” Peringatkan kalian semua, bahwa tidak ada Tuhan (yang benar) selain aku, jadi kamu harus takut kepada-Ku “, (An -Nahl ayat 2).
Pilar 3: iman dalam kitab-kitab Allah

Iman-Untuk-Buku-Allah

Iman dalam kitab-kitab Tuhan adalah pilar ke tiga bagi umat Islam. Allah telah mengungkapkan ajarannya kepada para rasul yang akan diteruskan kepada umat-Nya.

Wahyu-wahyu tersebut kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku sakral yang membimbing para pengikut para Rasul.

Tujuan Allah telah mengungkapkan bahwa buku itu adalah untuk memberikan instruksi kepada manusia untuk menjalani kehidupan di dunia. Dalam buku-buku itu mengandung aturan tentang kehidupan di dunia dan akhirat.
Definisi iman dalam kitab-kitab Allah

Percaya pada buku Allah berarti percaya bahwa Allah telah mengungkapkan wahyu kepada Utusannya yang berisi ajaran utama agama. Dari isi buku itu, manusia telah diperintahkan untuk mempraktikkannya.

Kitab suci harus menjadi panduan setelah kematian Nabi. Ketika Nabi masih hidup, semua orang bisa meminta semuanya kepada Nabi. Tetapi setelah kematian Nabi, setiap orang dapat mengambil jawaban dari kitab-kitab Allah.

Jadi setiap orang dituntun untuk percaya akan keberadaan kitab-kitab Tuhan ini. Dari interpretasi buku-buku ini, manusia bisa mendapatkan jawaban mereka.

“Kami percaya kepada Allah dan apa yang diwahyukan kepada kami, dan apa yang diwahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Yesus dan apa yang diberikan kepada para nabi Tuhannya. , marilah kita tidak membeda-bedakan di antara mereka dan hanya tunduk kepada-Nya “, (ayat 136 QS Al Baqarah).